LogoHeader

Sejarah Pesantren

Progres Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening di Komplek Kampus SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara

Tahun 2016

SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara berdiri sejak tahun 1990 telah banyak melahirkan kader-kader di sekitar kalibening. Namun masyarakat merasa belum cukup untuk lebih banyak menghasilkan kader-kader yang berperan di masyarakat. Pemikiran ini yang menjadi bagian dari landasan untuk mendirikan boarding school dari rahim SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.

 

Untuk mewujudkan gagasan boarding school, kami awali dengan boarding class. Sebelum memutuskan program tersebut, saya shareingkan dengan jajaran wakil kepala sekolah dan setelah disepakati, kami sosialisasikan ke dewan guru. Setelah disosialisaskan ke dewan guru, kami sampaikan program boarding class ke komite sekolah dan yayasan. Alhamdulillah, yayasan dan komite sangat mendukung program sekolah. Dukungan dari yayasan dan komite sangat menguatkan tekad kami untuk mewujudkan program boarding class.

 

Fokus dari boarding class adalah melahirkan anak-anak yang hafal al qur’an sebagai modal untuk menjadi imam di masjid-masjid dan mushola. Selain hafidz, para santri diharapkan memiliki ilmu alat yang mumpuni. Pemikiran ini sebagai respon atas kondisi minimnya generasi yang memiliki keterampilan membaca kitab gundul. Inilah fokus dari boarding class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.

 

Secara tidak sengaja, hati terketuk untuk bersilaturahmi ke Ustadz Wahyudin di MTs Muhammadiyah Wanayasa. Sebagaimana yang diketahui bersama, Ust. Wahyudin sedang menggagas MBS Wanayasa. Harapan silaturahmi ini ada ide-ide untuk menguatkan dan merealisasikan gagasan boarding class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Saya bertemu dengan Ustadz Wahyudin di ruang Kepala Madrasah. Banyak obrolan, diskusi dan motivasi yang kami lakukan. Kebetulan MTs Wanayasa akan mengadakan hajatan besar, yaitu seminar nasional. Diruang itu pula, Ust. Wahyudin mengharap ke saya bisa membantu untuk menjemput tamu sebagai keynote speaker di salah satu hotel di Purwokerto.

 

Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi dikegiatan nasional yang diadakan Ust. Wahyudin di MTs Muhammadiyah Wanayasa yang secara tidak sengaja mempertemukan saya dengan Prof. Imam Robandi. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk mengajak beliau mengunjungi sekolah kami. Itu terjadi setelah selesai seminar di MTs Wanayasa.

 

Sesampainya di SMA Muhammadyah 4 Banjarnegara, kami ajak Prof. Imam Robandi untuk berkeliling di sekolah dan memberikan motivasi ke seluruh dewan guru. Di dalam ruangan yang sangat sederhana kami sangat termotivasi paparan Prof. Imam Robandi. Kami rekam kata demi kata dan kalimat demi kalimat. Kunjungan Prof. Imam Robandi semakin memantapkan niat awal untuk mendirikan boarding class, bahkan tergagas pondok pesantren.

Tahun 2017

Pembukaan secara resmi dengan menerima mukim siswa kelas XI dan kelas XII sebanyak 12 peserta didik. Jadilah mereka santri pertama Boarding Class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Dalam proses pembinaan santri di Boarding Class, sekolah membutuhkan seorang pengasuh. Sekolah mengadakan pencarian ke berbagai sumber dan referensi dari para tokoh. Pihak sekolah belum mendapatkan ustadz yang siap mengasuh Boarding Class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Kami mendapatkan informasi tentang Ust. Rizki Mubarok, salah satu calon suami dari guru SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, Ibu Setyaningsih. Meski belum menyelesaikan studi, kami mencoba menawarkan kesempatan menjadi pengasuh boarding class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.

Kami berkomunikasi, dan beliau menanyakan tentang program yang dibuat. Kami sampaikan program kita adalah bagaimana anak-anak bisa hafal al qur’an, menjadi imam sholat dikampung, menjadi khatib dan bisa berwirausaha sekaligus menjadi da’i di kampung. Kami saling sepakat sesuai harapan dari pimpinan cabang. Maka angkatan pertama terdiri dari dua belas santri menempati ruang laboratorium fisika, untuk sementara.

Sebelum pertemuan dengan Ust. Rizki, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibening mengadakan Rapat Pimpinan Cabang untuk menyampaikan informasi setelah PCM mengadakan pertemuan dan silaturahmi dengan Prof. Imam Robandi di Jogjakarta pada hari Selasa tanggal 21 Nopember 2017 di rumah makan Ayam Goreng H. Suharti menjelang maghrib. Dipertemuan PCM pada hari Rabu Pon, tanggal 29 November 2017 di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara tim yang mengadakan silaturahmi dengan Prof. Imam Robandi memberikan informasi hasil pertemuan tersebut. Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah disepakati nama dari Pondok Pesantren, yaitu Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening.

2018

Setelah silaturahmi dengan Prof. Imam Robandi, PCM Kalibening bersama Tim SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara mengadakan silaturahmi ke SMA Muhammadiyah Wonosobo yang memiliki program Boarding Class pada hari sabtu tanggal 13 Januari 2018. Selanjutnya, setelah studi banding ke SMA Muhammadiyah Wonosobo,  Pada hari ahad tanggal 19 Februari 2018, PCM Kalibening mengadakan rapat pembentukan Panitia Pendirian MBS Kalibening. Pada pertemuan tersebut PCM menetapkan Personalia Panitia Pembangunan Boarding Class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara di Kalibening melalui Surat Keputusan PCM Kalibening nomor : 97/KEP/IV.O/D/2018 tanggal 18 Jumadl Ula 1439 H bertepatan dengan 04 Februari 2018.

Berikut ini susunan panitia pendirian Boarding Class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara; Penasihat : H. Abdul Manan, H. Wartono;  Ketua H. Slamet Santoso,B.Sc ; Wakil Ketua : H. Wagiyono; Sekretaris I : Supriyono; Sekretaris II : Noto Listanto; Bendahara I : H. Erdi; Bendahara II : Sofyan Nurdin,A.Md; Bidang Pembangunan : Sulkhan, Sugeng Riyadi; Bidang Perijinan : Sarwono, Ali Muakif; Bidang Kegiatan Operasional : Solikhin,SE,S.Th.I, Rofianto,S.Pd; Bidang Sarpras : Hidayanto, Dra. Listiati; Bidang Penggalangan Dana : Drs. H. Amin Makhsun, Drs. Ali Nur Afif; Bidang Humas : Tomas Wuryanto,S.Pd

 

Masjid

Peletakan batu pertama masjid sekolah pada acara rapat pleno hari Rabu tanggal 19 Agustus 2017 oleh komite sekolah terus dikerjakan sampai tahun 2018 sehingga layak untuk tempat ibadah. Pembangunan masjid sekolah bermodalkan dana 100 juta uang sekolah, bertekad masjid bisa berdiri dengan ukuran 9 x 16 meter. Ketika pembangunan masjid, uang sudah minus tetapi masjid belum diatapi. Kami bertiga saya, Bu Lis selaku bendahara, dan Pak Sugeng yang sedang mengawasi kegiatan persiapan lahan asrama berfikir mencari dana ke mana. Tiba-tiba bapak sugeng menyampaikan ide untuk menemui H. Suprianto memohon pinjaman dana. Kami berdua nembung ke Bapak H. Suprianto. Maka turunlah pinjaman, yang akhirnya diikhlaskan sebesar 10 juta untuk kebutuhan belanja seng mengatapi masjid sekolah.

Selain itu, H. Erdi selaku komite sekolah beserta jajaran komite yang lain terus menyempurnakan masjid sekolah. Melihat kondisi masjid tanpa pintu, beralaskan karpet plastik, hati tidak tega dan terketuk berupaya bagaimana agar masjid bisa layak sebagai tempat ibadah. Maka dana yayasan dialokasikan untuk penyempurnaan masjid sebagai sarana tempat ibadah santri dan kegiatan sekolah lainnya. Pekerjaan pembangunan masjid terus dilakukan, pemasangan keramik, pembuatan plafon, pelepaan tembok, hingga perluasan ke samping kanan kiri dan timur masjid, sehingga sudah jadi seperti yang ada saat ini, tahun 2019.

Asrama

Selain pembangunan masjid, Komite Sekolah berfikir untuk segera membangun asrama dan mes ustadz. Setelah sekolah melakukan pembayaran tiga bidang tanah di belakang laboratorum fisiki, sekolah bersama komite dan yayasan memprogram pembangunan asrama sesuai dengan kapasitas dan kuota yang diprogramkan, yaitu tiap angkatan 30 santri. Setelah pembebasan lahan, yayasan mengundang seluruh ranting se wilayah Kalibening untuk kerja bhakti meratakan lahan. Pada hari ahad, seluruh warga hadir kerja bhakti gotong royong meratakan lahan.

Setelah tanah siap, dimulailah oleh H. Erdi dan jajarannya selaku bendahara cabang sekaligus komite sekolah pembangunan dua asrama, untuk putra dan putri. Pada hari ahad tanggal 19 Februari 2018 diadakan rapat pimpinan cabang Muhammadiyah Kalibening di salah satu ruang kelas SMA, dengan agenda Pembentukan Panitia Pendirian Boarding Class sekaligus pengumpulan dana dari peserta rapat  . Untuk membangun asrama peserta rapat yang hadir memberikan infaq dengan dana talangan dari BTM Kalibening. Pada pertemuan tersebut terkumpul dari infaq peserta rapat sekitar Rp45.000.000,- untuk pembangunan asrama. Setelah asrama jadi, kendala berikutnya mess pengasuh tidak ada. Pada waktu itu, pengasuh tinggal diruang kantor, hingga akhirnya menggunakan ruang yang rencananya untuk asrama digunakan untuk mess pengasuh. Maka kegiatan 12 santri terdampingi selama 24 jam oleh pengasuh. Selama satu tahun berjalan, kami bisa mewisuda 12 santri angkatan pertama pada tanggal 23 Sya’ban 1440 H/ 28 April 2019

Untuk menghadapi tahun ajaran baru komite sekolah dan sekolah dihadapkan pada sarana prasarana kembali. Akhirnya diputuskan untuk membangun kembali satu lokal untuk asrama putra, dengan harapan santri putri bisa menghuni asarama dan tidak dilaboratorium fisika. H. Erdi selaku komite bersama sekolah memulai pembangunan kembali untuk yang ketiga kali dan pengerjaan pembangunan asrama selesai tahun 2018 akhir dan siap menampung santri angkatan kedua.

Boarding class SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara bermetamorfosis menjadi Muhammadiyah Boarding School Bumi Syahadat Kalibening. Dan Jadilah Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening sebagai sebuah nama dan icon keberadaan pondok pesantren di Kalibening. Pada awal berdiri, semua operasional baik sarana maupun honor tenaga bersumber dari infaq warga yang diberikan tiap bulan. Ust. Rizki mengusulkan pondok pesantren menjadi Amal usaha Muhammadiyah yang otonom/mandiri dari SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.

PCM mengadakan rapat cabang di rumah H. Erdi pada hari senin malam tanggal 26 Agustus 2019 yang memutuskan bahwa Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening otonom dari SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara dan menejemen diatuar sesuai dengan peraturan rumah tangganya. Kejadian ini pada tahun kedua, setelah Ust. Rizky mengajukan permintaan dengan meminta pendapat kepada saya di dalam forum rapat PCM.

Untuk menghadapi tahun ketiga penerimaan santri baru, yayasan kembali dihadapkan pada sarana asrama yang ahrus siap. Rapat rutin PCM Kalibening, jum’at wage tanggal 11 Oktober 2019 membentuk Badan Pengembang Pesantren (BPP). Susunan BPP dimantapkan pada pertemuan cabang di hari Rabu tanggal 11 September 2019 di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara sekaligus penetapan dan penyerahan Surat Keputusan Mudhir pondok dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibening.

BPP mengadakan rapat pertama setelah dibentuk pada hari Rabu Manis tanggal 18 September 2019 dengan agenda persiapan pembangunan asrama dan penerimaan santri baru tahun pelajaran 2020/2021.

Secara resmi PCM Kalibening menetapkan Badan Pengembang Pesantren melalui Surat Keputusan PCM Kalibening nomor : 201/KEP/IV.O/D/2019 tentang Penetapan Personalia Badan Pembina Pesantren (BPP) MBS Bumi Syahadat Kalibening Masa Bakti 2019 – 2024 tanggal 19 Muharam 1441 H/ 19 September 2019 M. Berikut ini susunan BPP (Badan Pengembang Pesantren)  Periode 2019 – 2024 ; Ketua : Ust. Hidayanto, Ust. Agus Budiyono; Sekretaris I : Ust. Noto Listanto,A.Ma. Pust, S. Pd, Ust. Sarwono; Bendahara I : Ust. H. Erdi, Ust. Aman Budiyono,SE; Anggota : Ust. Solikhin,SE,S.Th.I, Ust. Kisruh,S.Pd.I, Ust. H. Wagiyono, Ust. Sobirin,A.Ma,  Ust. Sulkhan, Ust. Rofianto Ahmad,S.Pd.I, Ust. H. Aminulloh, Ust. Sugeng Riyadi, Ust. H. Slamet Santoso,B.Sc, Ust. Drs. H. Amin Makhsun

Karena anggaran pembangunan asrama yang sangat besar, Rapat BPP pada hari Selasa tanggal 17 September 2019 memutuskan dan mengharapkan SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara membantu tentang fasilitasi santri baru. Usul pertama akan menempati laboratorium kimia. SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara menyanggupi asrama sementara untuk tinggal di laboratorium bahasa yang akan segera dibangun. Usulan dari Drs. H Amin Maksun selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah akan mengalokasikan dana 200 juta untuk pembangunan laboratorium bahasa sekaligus rancangan tiga lantai untuk asrama santri.

Wasiat kami kepada guru dan karyawan  SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara untuk meneruskan perjuangan mewujudkan Pondok Pesantren Bumi Syahadat Kalibening. Berikan sesuai dengan kemampuan pribadi maupun sekolah agar Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening eksis dan semakin maju mewujudkan visi misinya. Terus berkolaborasi dan bersinergi antara SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara dengan Pondok Pesantren Bumi Syahadat Kalibening mewujudkan visi bersama. Kita selalu berdo’a semoga Alloh SWT selalu menguatkan jihad kita dan meridoi perjuangan kita.

2020

Untuk mengatur hubungan kelembagaan antara tiga amal usaha Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah 1 Kalibening, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara dan Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening, setelah Pondok Pesantren Bumi Syahadat otonom dari SMA, Pimpinan Cabang Muhammadiyah membuat nomenklatur sebagai pedoman hubungan kelembagaan dan pengelolaan pondok pesantren di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibening.

 

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibening membentuk tim pembangunan Pondok Pesantren tahap dua yang diamanatkan kepada Ust. Agus Budiono. Ust. Agus selaku panitia mulai melakukan pembangunan, meneruskan progres bangunan Laboratorium Bahasa SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara yang bersumber dari hibah APBD Provinsi Rp200.000.000,- untuk pondasi dan rangka bangunan telah digunakan. Pembangunan tahap dua ini terdiri dari empat ruang dan dua lantai, salah satu ruang untuk laboratorium bahasa SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.

 

Untuk meneruskan pembangunan asrama, donator dari Amal Usaha Muhammadiyah,warga PCM dan PRM dan warga masyarakat Kalibening dan sekitarnya. Beberapa warga Kalibening tidak hanya menjadi donator bahkan memberikan wakaf tanah. Pertama mewakafkan tanah seluas 3.000 m2 adalah Bapak H. Supriyanto. Serah terima wakaf di rumah Bapak H. Slamet Santoso,B.Sc (alm) dihadiri oleh seluruh tokoh PCM Kalibening. Selanjutnya, beberapa tokoh dan warga mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Pondok Pesantren.

 

 

2021

Setelah bersilaturahmi di MBS Wanayasa, Pondok pesantren membuat dan mendapatkan donatur tetap dari amal usaha maupun perorangan setiap bulan untuk dapat meneruskan pembangunan asrama. Diantara amal usaha yang menyokong secara tepat adalah MTs Muhammadiyah 1 Kalibening, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Selain donator tetap, pengasuh pondok Ust. Rizky dan Panitia Pembangunan Ust. Agus dan BPP Ust. Hidayanto sering mendapatkan infaq donator tidak tetap. Laporan selalu diinformasikan apabila ada donator tidak tetap memberikan infaqnnya.

Tahun 2021 juga masih diwarnai wakaf tanah dari berbagai pihak yang ingin beramal jariyah. Salah satunya adalah dari Bapak Doktor Riyan, dosen UI yang menyerahkan tanah sawahnya untuk MBS. Beliau mempersilahkan tanahnya untuk dijual untuk kepentingan pembangunan pondok pesantren.

 

Kalibening, 10 Jumadil Akhir 1443 H/ 13 Januari 2022 M