LogoHeader

Kegiatan UKBI Adaptif Merdeka Di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara

Bagikan :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara berpartisipasi dalam kegiatan uji kemahiran berbahsa Indonesia pada Kamis -Jum’at, 9 – 10 Desember 2021 di Laboratorium Komputer. Uji kemahiran berbahasa Indonesia atau UKBI merupakan tes untuk mengukur kemahiran berbahasa bagi penutur bahasa Indonesia yang desain ujinya disesuaikan dengan estimasi kemampuan peserta uji, mulai dari kemahiran yang terendah hingga kemahiran yang tertinggi. UKBI Adaptif dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan pelaksanaan ujinya dilakukan secara daring.
Melalui surel pada tanggal 20 November oleh Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah IX menginformasikan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi secara daring mengenai akan diadakanya UKBI adaptif merdeka serta sosialisasi teknis kegiatan. Hasil dari kegiatan tersebut SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara mendapatkan 30 kuota bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dengan penuh semangat 30 peserta didik dari perwakilan kelas XII baik IPA maupun IPS mengikuti arahan proktor dan pembimbing dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pendaftaran akun sampai simulasi. Hingga pada tanggal 9 dan 10 Desember 2021 kegiatan tersebut telah lancar dan sukses dilaksanakan dengan hasil yang cukup varitatif. Ada yang memperoleh predikat sangat unggul, unggul, madya, semenjana, marjinal dan terbatas.
Dari skor serta predikat yang diperoleh tentu saja bisa dijadikan bahan evaluasi bagi masing-masing peserta untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasanya. Serta sebagai bangsa yang memiliki bahasa pemersatu sekaligus bahasa modern yang multifungsi serta memiliki jumlah penutur yang besar, bangsa Indonesia memang harus memiliki sarana evaluasi mutu penggunaan bahasa Indonesia. Tanpa menafikan peran wahana lain, UKBI memiliki fungsi yang amat strategis, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia serta penggunaan dan pengajarannya, tetapi juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya. (Nl/2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Search